Tuesday, 2 March 2010

Rangkuman MTA-7: Pentingnya Ilmu Fiqih

Narasumber: Ust. Iwan Setiawan, Lc
Tanggal: 17 Januari 2010


  • Ilmu fiqih adalah ilmu yang mengatur setiap amalan hamba Allah (af'alul 'ibad), mulai dari tidur hinga tidur kembali.
  • Ilmu fiqih dibagi 4 kategori:
    • Ibadah mahdhoh; thoharoh, sholat, puasa, zakat, haji
    • Muamalah; jual beli, peminjaman uang, dll
    • Munakahat; pernikahan, perceraian
    • Jinayah; hukuman, qishas
  • Sebagian orang mengalami ketakutan (fobia) terhadap syariat Islam karena tidak memahami fiqih.
  • Fiqih erat kaitannya dengan syarat diterimanya amal, yaitu:
    • Ikhlas; niat yang murni hanya untuk Allah.
    • Muwafaqoh; sesuai dengan syariat yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw.
  • Imam Syafi'i: "Jika dalam kitabku ada yang tidak sesuai dengan sunnah, maka tinggalkanlah"
  • Imam Ahmad: "Janganlah bertaklid kepada imam mazhab"
  • Jika tidak mau mengembalikan urusan hukum kepada Allah dan Rasul-Nya maka keimanan kita dipertanyakan.

Rangkuman MTA-6: Kecerdasan Ruhani

Narasumber: Ust. Saat Mubarok, Lc
Tanggal: 10 Januari 2010




  • Orang yang cerdas adalah orang yang memperhitungkan amalnya sampai kehidupan setelah mati (HR. Ahmad)
  • Seseorang tidak akan sampai pada puncak taqwa, sampai menjaga diri dari yang mubah. Menjaga diri dari yang haram memang sudah merupakan kewajiban seorang muslim, namun untuk mencapai puncak taqwa maka dia pun harus menjaga diri tidak hanya dari hal-hal yang kurang disukai (makruh), bahkan dari hal-hal yang dibolehkan (mubah). Sebaliknya, dia akan berusaha agar setiap hal yang dia amalkan termasuk kedalam amalan yang bernilai wajib dan sunnah.
  • Ciri orang yang cerdas ruhani yaitu dia memandang segala hal sebagai peluang untuk beramal sholih. Para sahabat dulu sering 'berlomba' dalam melakukan amal sholih. Umar selalu iri melihat amal sholih yang dilakukan Abu Bakar, setiap Umar melakukan sebuah amal maka dia akan mendapati Abu Bakar telah melakukan amal yang sama dengan kualitas yang lebih baik dari amalnya.
  • QS. Al-Mulk:1; Allah menggunakan kata 'ahsanu amala' (amal terbaik), bukan 'aktsaru amala' (amal terbanyak)
  • Musibah selalu punya dua wajah: azab dan anugerah. Orang yang cerdas ruhani akan dapat melihat anugerah di balik musibah.
  • Apakah amal yang berbuah banyak? yaitu amal pionir, amal keteladanan. Siapa yang beramal sholih, kemudian amalnya itu diikuti oleh orang banyak maka dia akan mendapatkan pula pahala amal orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala amal orang-orang tersebut.
Tips seputar optimalisasi kecerdasan ruhani:
  • Waspada dengan ujub, yaitu merasa paling sholih, paling banyak amal, paling baik, membangga-banggakan diri.
  • Tinggalkan hal yang sia-sia, seperti: main gaple, catur. Tanya pada diri: apa manfaat permainan ini?
  • Bingkailah amal dengan niat yang ikhlas.
  • Lakukan amal yang utama. Nabi Muhammad Saw menginformasikan bahwa diantara amal-amal ada amal yang utama. Misal: Dalam sholat berjamaah, Nabi Saw mengabarkan bahwa shaf pertama pahalanya seperti mendapatkan sebuah Unta, shaf kedua seperti Sapi, shaf ketiga seperti Kambing, dan seterusnya seperti Ayam lalu telur.
  • Lakukan amal meski terlihat sepele. Nabi Saw mengabarkan ada seorang sahabat yang dijamin masuk surga. Setelah dicek ternyata dia tidak punya amalan khusus, namun setiap malam dia selalu memaafkan setiap orang yang bersalah padanya.
  • Lakukan amal yang istiqomah. Meski sedikit namun rutin. 
  • Banyak ber-istighfar.

Thursday, 4 February 2010

Pelatihan Manajemen Masjid

(klik gambar untuk memperbesar tampilan)

Thursday, 21 January 2010

Rangkuman MTA-5: Kelembutan Rasulullah Saw. (2)

Narasumber: Ust. Muhendri, BIRK (Hons)
Tanggal: 27 Desember 2009

Ini merupakan kelanjutan kajian siroh bulan lalu dengan tema Kelembutan Rasulullah Saw.
  • Kelembutan Rasulullah Saw. membuat rakyat merasa nyaman. Beliau meskipun memiliki status sosial yang tinggi namun tidak membeda-bedakan dalam bergaul dengan masyarakatnya.
  • Beliau menyadarkan orang yang salah tidak dengan celaan, melainkan dengan nasihat yang baik, hati ke hati.
  • Kelembutan beliau mampu meredakan amarah orang.
  • Membuka pintu hidayah.
  • Meladeni semua orang, bahkan orang gila sekalipun.
  • Baik terhadap binatang.
  • Lembut terhadap alam.

Rangkuman MTA-4: Pengantar Tazkiyatun Nafs

Pengisi: Ust Saat Mubarok, Lc
Tanggal: 13 Desember 2009

  • Makna: "Pensucian Jiwa". Selain kesehatan fisik, seorang muslim juga sudah seharusnya memperhatikan kesehatan ruhaninya. Ia perlu dipoles seperti batu berharga, sehingga lama-kelamaan akan semakin mengkilap. Jiwa yang bersih adalah cerminan akhlak seorang mukmin.
  • "Nafs" adalah jiwa yang berada di dalam jasad (ketika seseorang masih hidup), sedangkan "ruh" adalah jiwa yang terlepas dari jasad.
  • Kenapa perlu Tazkiyatun Nafs?
    • Karena hal ini merupakan salah satu misi Rosul.
    • Karena ilmu (hidayah) hanya bisa masuk jika hati bersih.
    • Karena jiwa adalah poros penentu kebahagiaan.
    • Karena jiwa yang bersih merupakan bekal keselamatan di hari akhir.
  • Caranya:
    • Usahakan selalu ikhlas.
    • Dzikrul maut, ingat kematian.
    • Perbanyak bergaul dengan orang sholih.